MBC day
ke-10 dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 24 Agustus 2013. MBC pada hari itu
dimulai pada pukul 13.45 namun kami telah berkumpul sejak pukul 11.00 untuk
meriview materi dan cek kenal satu angkatan. Jumlah El Toro yang datang pada
MBC hari itu berjumlah 170 orang. Kembali kami ditekankan akan kuorum karena
masalah ketidak kuoruman angkatan kami bukan hanya beban angkatan kami tetapi
juga panitia sebagai pengkader kami.
Materi MBC
pada day-10 dimulai dengan presentasi tentang Palapa. Palapa dilihat dari
sejarah adalah suatu sumpah yang diucapkan oleh adipati Gajah Mada untuk
mempersatukan Indonesia. Palapa juga dipakai untuk satelit di Indonesia yang
dibuat oleh alumnus ITB. Pada tahun 2006 mahasiswa elektroteknik yang sedang
mengikuti proses masa bina cinta (MBC) memprakasai terbentuknya sebuah kegiatan
community developement di bidang perlistrikan di sebuah desa di Garut Jawa
Barat. Mereka membuat sebuah
PLTA sederhana yang dibangun di sungai di sekitar desa tersebut sehingga desa
tersebut bisa merasakan listrik masuk desa. Program ini dimulai pada tahun 2007
dan di resmikan pada tahun 2008. Program palapa dilanjutkan pada tahun 2010
dengan nama palapa 2 di desa Mekar Wangi
Garut Jawa Barat. Selanjutnya program palapa kembali dilanjutkan pada tahun
2011 dimulai pada bulan Agustus hingga bulan Maret 2013 dengan agenda
maintenance (mengganti peralatan dan baterai palapa 1). Lalu terdapat community
developement yang lain antara lain membuat peternakan domba dan lele. Sekarang
HME sedang menyiapkan palapa 4 dengan persiapan dari berbagai angkatan.
Community developement adalah sebuah kegiatan mengembangkan
dan memberdayakan masyarakat untuk
meningkatkan taraf hidup masyarakat. Program ini dilakukan secara berjenjang dan
berkelanjutan. Proses yang dilakukan dalam community developement adalah:
1.
Identifikasi masalah
2.
Uidentifikasi program
3.
Penilaian program
4.
Aplikasi program
5.
Monitoring dan evaluasi program
6.
Audit sosial
7.
Memverivikasi program
8.
Saran yang membangun
Selanjutnya kami diajarkan tentang problem solving. Kami
diajak untuk mencari masalah lalu mengkaji beserta menganalisis masalah
tersebut dengan metode D-S-P-A lalu membuat strategi dan terakhir mengeksekusi.
D-S-P-A itu sendiri adalah sebuah singkatan dari
D = Define the problem
S = Structure the problem
P = Priority the problem
A = Action
Dari
metode tersebut kami harus mempunyai kerangka berpikir SMART. SMART sendiri
sebuah singkatan dari
S = Spesific
M = Measurable
A = Actionable
R = Realistic
T= Time Bound
Kami
diajak untuk membuat masalah tentang kampus ITB lalu berpikir bagaimana
memecahkan masalah tesebut. Kami diperkenalkan effort impact matrix yang
memudahkan kami mengambil pilihan tindakan dari skala prioritas. Dilihat dari
prioritas maka kami harus mendahulukan tindakan dengan usaha kecil namun
mempunyai dampak yang besar dan menghindari usaha yang besar dengan efek yang
kecil. Kami diajarkan untuk lebih memilih tindakan dengan usaha yang kecil dan
damp[ak yang kecil dibandingkan dengan usaha yang besar dan dampak yang besar.
Setiap dari kami diajak untuk mempunyai timeline action plan. Kami pemimpin
atas setiap tindakan dari diri kami maka kami wajib membuat strategi yang
sesuai denganm diri kita, menjadi pemain kunci atas strategi kita, dan
mengontrol setiap tindakan kita.